Jika Anda bekerja dengan computer yang tidak berhubungan dengan komputer lain, maka Anda dikatakan bekerja secara Stand Alone. Jika komputer Anda berhubungan komputer dan peralatan lain, atau membentuk suatu grup, maka bentuk hubungan ini diistilahkan dengan jaringan atau network. Bagaimana komputer dapat saling berhubungan dan mengatur sumber data yang ada disebut system jaringan (Networking). Jaringan komputer digolongkan dalam dua kelompok utama. Jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer sampai ratusan komputer di perkantoran atau gedung disebut Local Area Network (LAN). LAN merupakan suatu jaringan komputer yang cukup banyak di pakai dalam perkantoran, perusahaan modern, atau bank dan kampus karena pada LAN hubungan yang dipakai tidak dapat jauh. Jika anda ingin menggunakan jaringan untuk jarak jauh, maka sistem WAN (Wide Area Network) solusinya. LAN yang terpisah dapat dihubungkan dengan menggunakan jalur komunikasi tertentu, misalnya jalur telepon, sehingga terbentuk jaringan area luas atau Wide Area Network (WAN)

Tanah didefinisikan sebagai medium alami untuk pertumbuhan tanaman yang
tersusun atas mineral, bahan organik, dan organisme hidup. Kegiatan biologis seperti
pertumbuhan akar dan metabolisme mikroba dalam tanah berperan dalam membentuk
tekstur dan kesuburannya (Rao, 1986). Lingkungan tanah merupakan lingkungan
yang terdiri dari gabungan antara lingkungan abiotik dan lingkungan biotik.
Gabungan dari kedua lingkungan ini menghasilkan suatu wilayah yang dapat
dijadikan tempat tinggal bagi beberapa jenis makhluk hidup. Kualitas tanah
merupakan kemampuan tanah yang menggambarkan ekosistem tertentu untuk
keberlanjutan sistem pertanian. Kualitas tanah menunjukkan sifat fisik, kimia dan
biologi tanah yang berperan dalam menyediakan kondisi untuk pertumbuhan
tanaman, aktivitas biologi, mengatur aliran air dan sebagai filter lingkungan
terhadap polutan (Doran dan Parkin, 1994).
Menurut Burges dan Raw (1967), sifat biologi tanah merupakan kisaran luas
dari organisme hidup yang tinggal di dalam tanah dan mendukung secara
langsung produktivitas serta kelestarian dari ekosistem terestrial. Adapun
komponen sifat biologi tanah itu terdiri dari fauna tanah, bakteri, fungi, akar
tanaman, dan biji-bijian. Fauna tanah termasuk ke dalam salah satu komponen sifat
biologi tanah. Kehidupan fauna tanah sangat tergantung pada habitatnya, karena
keberadaan dan kepadatan populasi suatu jenis fauna tanah di suatu daerah sangat ditentukan oleh keadaan daerah tersebut.                       Dengan perkataan lain keberadaan dan kepadatan populasi suatu jenis fauna tanah di suatu daerah sangat tergantung dari
faktor lingkungan, yaitu lingkungan biotik dan lingkungan abiotik. Fauna tanah
merupakan bagian dari ekosistem tanah, oleh karena itu dalam mempelajari ekologi
fauna tanah, faktor fisika-kimia tanah selalu diukur (Suin, 2006).
Suhu tanah merupakan salah satu faktor fisika tanah yang sangat menentukan
kehadiran dan kepadatan organisme tanah, dengan demikian suhu tanah akan
menentukan tingkat dekomposisi material organik tanah. Fluktuasi suhu tanah lebih
rendah dari suhu udara, dan suhu tanah sangat tergantung dari suhu udara. Suhu tanah
lapisan atas mengalami fluktuasi dalam satu hari satu malam dan tergantung musim.
Fluktuasi itu juga tergantung pada keadaan cuaca, topografi daerah dan keadaan tanah
(Suin, 2006). Menurut Wallwork (1970), besarnya perubahan gelombang suhu di
lapisan yang jauh dari tanah berhubungan dengan jumlah radiasi sinar matahari yang
jatuh pada permukaan tanah. Besarnya radiasi yang terintersepsi sebelum sampai pada
permukaan tanah, tergantung pada vegetasi yang ada di atas permukaannya.
Pengukuran pH tanah juga sangat diperlukan dalam melakukan penelitian
mengenai fauna tanah. Suin (2006) menyebutkan bahwa ada fauna tanah yang hidup
pada tanah yang pH-nya asam dan ada pula yang senang hidup pada tanah yang
memiliki pH basa. Untuk jenis Collembola yang memilih hidup pada tanah yang asam
disebut dengan Collembola golongan asidofil, yang memilih hidup pada tanah yang
basa disebut dengan Collembola golongan kalsinofil, sedangkan yang dapat hidup
pada tanah asam dan basa disebut Collembola golongan indifferen.
Keadaan iklim daerah dan berbagai tanaman yang tumbuh pada tanahnya
serta berlimpahnya mikroorganisme yang mendiami suatu daerah sangat
mempengaruhi keanekaragaman relatif populasi mikroorganisme. Faktor-faktor lain
yang mempunyai pengaruh terhadap keanekaragaman relatif populasi
mikroorganisme adalah reaksi yang berlangsung di dalam tanah, kadar kelembaban
serta kondisi-kondisi serasi (Sutedjo et al., 1996). Menurut Soepardi (1983),
dibandingkan dengan area yang masih utuh, lahan yang diusahakan umumnya
mempunyai jumlah dan biomassa fauna tanah lebih sedikit, sedangkan penggunaan
lahan dengan praktek pengelolaan lahan seperti penggunaan pupuk organik,
pengelolaan lahan dengan mempraktekan teknik konservasi tanah dan air dapat
meningkatkan jumlah, biomassa, dan keragaman fauna tanah.